“You've gotta dance like there's nobody watching, Love like you'll never be hurt, Sing like there's nobody listening, And live like it's heaven on earth.” ― William W. Purkey
Sabtu, 18 Januari 2014
Menghadapi Kebosanan Dalam Hubungan
Ketika hubunganmu sudah stabil, tidak ada pertengkaran, tidak ada drama, dan sudah sama-sama nyaman, saat itu kamu akan merasa bosan. Itu sangat wajar, sewajar-wajarnya.
Yang tidak wajar, adalah jika kita menganggap “kebosanan” ini sebuah bukti “hilang rasa”, lalu mulai mencari sumber keasikan lain dari luar hubungan untuk mengisi kebosanan tersebut.
Mulai dari nyari temen curhat lawan jenis yang lebih bisa bikin semangat, mulai tebar pesona ke temen-temen kantor yang menarik, mulai lirik kanan kiri… Dan sangat tidak mustahil sekali jika di luar sana kita akan bertemu dengan “orang lain” yang mampu membangkitkan kembali gairah berbunga-bunga itu dan membuat kita teringat pada hari-hari pertama dulu jadian dengannya.
Kemudian kita mengira kita jatuh cinta pada orang baru, dam memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang lama. Lalu tidak lama demikian, ulang lagi siklusnya dari awal.
Fatal.
Kadang kita tidak pernah tahu, bahwa pasangan yang akan berbunga-bunga jatuh cinta setiap hari dan bahagia selama-lamanya hanya ada dalam dongeng. Kadang kita lupa bahwa kita hidup di dunia nyata. Kalau kita sendiri tidak memutuskan dan mengambil tidakan untuk berhenti, siklus jatuh cinta – bosan – cari baru – jatuh cinta lagi ini, sampai kapan pun tidak akan ada habisnya. Karena kamu dijamin dan akan selalu bosan.
Berikut ini ada dua tips untuk kamu yang sudah dalam hubungan yang stabil, dan merasa bosan:
1. Sadari bahwa bosan itu wajar, tapi kondisikan cinta setiap hari.
Bosan adalah cara evolusi alam untuk membuat manusia berhenti berkembang dan tidak jalan di tempat. Tidak makan makanan yang sama, tidak tinggal di gua yang sama terus menerus, tidak tinggal dalam keadaan yang sama terus menerus. Dengan demikian, bosan mendorong manusia untuk selalu berubah dan berkembang.
Kebosanan dalam hubungan bukan berarti itu cara alam agar kamu tidak pacaran dengan orang yang sama terus menerus, melainkan menandakan bahwa kalian sudah lama tidak melakukan apa-apa yang baru dalam hubungan kamu! Jika kamu membiarkan hubunganmu merenggang tanpa mau berusaha mendekatkan diri kembali, kamu salah kaprah. Meski bosan itu wajar, cinta tetap harus dipupuk setiap hari agar hubungan tetap sehat. Temukan kegiatankegiatan baru yang kamu sukai berdua, bahkan coba hobi-hobi lama yang terlupakan. Pergilah jalan-jalan berdua, luangkan waktu untuk beri surprise-surprise kecil. Rayakan kestabilan cintamu setiap hari dengan tantangan-tantangan baru bersama pasanganmu.
2. Hargai dan syukuri.
Jangan biarkan APA YANG KAMU MAU membuat kamu lupa pada APA YANG KAMU PUNYA. Karena mudah sekali untuk lupa menghargai apa yang kamu miliki bila hal tersebut sudah lama sekali selalu ada dan tidak pernah hilang. Jangan tunggu putus lalu baru menyesal dan minta balikan, itu sudah sangat terlambat sekali.
Kadang, orang-orang baru mungkin terlihat lebih menarik, lebih baru, lebih lucu, lebih membuat kita bersemangat. Tapi apakah pada akhirnya pasti lebih baik daripada pasangan kita sekarang? Jangan tergoda karena rumput tetangga lebih hijau, ingat, kalau hujan sama aja beceknya.
Jatuh cinta itu mudah. Tapi untuk mempertahankan cinta, untuk mengerti bahwa kebosanan adalah salah satu ciri kestabilan hubungan, untuk sadar betapa kekanak-kanakannya menyudahi sebuah hubungan hanya karna bosan, butuh sebuah pribadi yang dewasa dan berani berkomitmen.
kelascinta
Selasa, 24 Desember 2013
dear priaku
Dear priaku,
Selama ini kupikir cinta itu
tentang menang dan kalah, kukira dengan membiarkan diriku terekspos itu artinya
aku lemah. Aku yang selama ini mengira mencintai adalah sesuatu yang terjadi
otomatis, kini mengerti bahwa mencintai itu perlu kerjasama… Ya, aku yang
sekarang adalah aku yang siap bekerjasama denganmu.
Aku akan berdiri di
sampingmu dengan penuh kepercayaan diri. Membiarkanmu menentukan arah dan
mengikuti saranmu. Aku akan mencintai, memberi, menemani, menjadi perempuan
paling lovable yang pantas bersanding denganmu. Aku akan berusaha mengerti dan
membuka pikiran, aku akan terus belajar supaya kita berdua dapat menjalani
hubungan yang lebih dewasa.
Permintaanku, jangan
sia-siakan aku. Kuharap kamu paham bahwa, adalah keputusanku untuk mencintaimu,
dan aku cukup berharga untuk memutuskan sebaliknya apabila cintaku tidak
berbalas. Jangan kecewakan kepercayaanku padamu. Ketika aku membiarkanmu
memegang kendali, jadilah lelaki yang memimpin kita berdua ke arah yang lebih
baik. Jangan rendahkan aku. Apabila aku merendah, itu kulakukan karna aku
menghormatimu, dan kuharap kamu pun menghormatiku. Jangan anggap aku remeh.
Ketika aku memberikanmu yang terbaik dariku, kuharap kamu membalasku dengan
cinta terbaik yang bisa kau berikan.
Aku tidak akan minta kamu
untuk selalu mengerti, aku tau lelaki bukan mahluk yang sensitif. Tapi kuharap
kamu selalu ingat bahwa aku, perempuan, adalah mahluk yang peka dan sensitif.
Jangan perlakukan aku dengan kasar, sama seperti aku memperlakukanmu dengan penuh
kasih sayang. Jangan sakiti aku, seperti aku yang tidak akan melukai kamu.
Aku percaya kita berdua,
kamu dan aku, akan mampu saling mencintai dengan maksimal. Kamu berhak
mendapatkan perempuan yang mencintaimu seperti aku, dan aku berhak mendapat
lelaki yang mencintaiku seperti kamu. Ya, kita akan bekerjasama, untuk kebaikan
kita berdua. Dan kuharap kerjasama kita dapat berlangsung selamanya :)
With love, your lady.
Minggu, 22 September 2013
i think that i'm too young
biasa.. seperti malam-malam sebelumnya.. mata gw yang selalu ngantuk tapi ga dapet dukungan dari otak..
udah beberapa bulan ini, hampir setiap malem gw selalu ngerasain sakit yg sangat di bagian kepala.. kalian, apa kalian pernah ngerasain gimana rasanya ketika kalian harus berfikir keras, tapi organ tubuh kalian melarang? gimana rasanya ketika kalian lagi happy sama temen-temen kalian dan kalian ga bisa ketawa selepas tawa kalian sebelumnya? gimana rasanya ketika kalian harus berjam-jam duduk di depan laptop, tapi bagian tubuh kalian selalu meminta kalian untuk merebahkan kepalanya? pernah? apa yang bisa kalian lakukan ketika kalian harus melakukan suatu hal tanpa dapat dukungan dari organ tubuh kalian?
itu yang gw rasain beberapa bulan ini.. gw ga bisa berfikir keras kaya penalaran, ngerjain soal aljabar, atau analisa dll.. bukan karna IQ gw jongkok.. tapi ketika gw ngelakuin itu, kepala gw bagian dahi samping mata harus ngerasain boran yg masuk.. coba bayangin gimana rasanya dahi lo di bor.. itu... gw fikir setelah itu dahi gw akan bolong.. tapi ngga.. gw juga ga bisa kepanasan. bukan karna gw cewe manja yang biasa hidup dibawah ac.. tapi kalo gw ada di bawah matahari, ubun-ubun gw terasa kaya mau naik.. yang gw rasa saat itu gw akan terangkat dan kemudian jatuuh pingsan.. tapi ngga..
semua itu gw fikir karna mata gwsilinder sampe harus membatasi aktivitas gw.. gw orang yg ceria dansuka ketawa, tapi gw harus kurangin itu kalo ga mau nyiksa diri.. gw orang yang tertarik dengan hitung-hitungan kaya matematika atau ipa, tapi kemampuan gw jadi berkurang.. gw orang yang biasa aja kalo kena terik matahari, karna dari lahir gw di jakarta. tapi gw harus mengeluh atas panasnya matahari.. iya semua harus dibatasi..
rasanya terlalu muda kalo gw harus ngerasain ini.. gw banyak nanya sama temen-temen gw yg juga silinder.. tapi mereka ga ngerasain apa yang gw rasain.. gw fikir gw sendiri. gw sering cari informasi di mbah google tentang "ada apa di kepala gw" tapi gw ga dapet jawabannya.. sampe sekarang gw masih ga tau ada apa.. gw ga periksa ke dokter. gw terlalu takut seandainya gw harus mendengar kalimat yang ga mau gw denger. gw ga mau divonis apa-apa.. kalaupun seandainya terjadi sesuatu, biar itu terjadi gitu aja tanpa gw harus tau ada apa..
keluarga gw ga tau tentang ini.. banyak alasan yang terlalu panjang kenapa gw ga cerita ke orang tua.. sahabat atau pacarpun ga tau.. kadang cuma bisa netes air mata gw ketika gw harus menahan sakit ini sendiri.. gw baru 20 tahun apa itu umur yang cukup untuk ngerasain ini? it's too young
ya Allah, jika ini memang kehendakmu, aku tidak akan meminta agar Kau mengurangi beban ini.. tapi aku minta agar Kau kuatkan pundak ku untuk menopang dan menjalani hidup sewajarnya..
udah beberapa bulan ini, hampir setiap malem gw selalu ngerasain sakit yg sangat di bagian kepala.. kalian, apa kalian pernah ngerasain gimana rasanya ketika kalian harus berfikir keras, tapi organ tubuh kalian melarang? gimana rasanya ketika kalian lagi happy sama temen-temen kalian dan kalian ga bisa ketawa selepas tawa kalian sebelumnya? gimana rasanya ketika kalian harus berjam-jam duduk di depan laptop, tapi bagian tubuh kalian selalu meminta kalian untuk merebahkan kepalanya? pernah? apa yang bisa kalian lakukan ketika kalian harus melakukan suatu hal tanpa dapat dukungan dari organ tubuh kalian?
itu yang gw rasain beberapa bulan ini.. gw ga bisa berfikir keras kaya penalaran, ngerjain soal aljabar, atau analisa dll.. bukan karna IQ gw jongkok.. tapi ketika gw ngelakuin itu, kepala gw bagian dahi samping mata harus ngerasain boran yg masuk.. coba bayangin gimana rasanya dahi lo di bor.. itu... gw fikir setelah itu dahi gw akan bolong.. tapi ngga.. gw juga ga bisa kepanasan. bukan karna gw cewe manja yang biasa hidup dibawah ac.. tapi kalo gw ada di bawah matahari, ubun-ubun gw terasa kaya mau naik.. yang gw rasa saat itu gw akan terangkat dan kemudian jatuuh pingsan.. tapi ngga..
semua itu gw fikir karna mata gwsilinder sampe harus membatasi aktivitas gw.. gw orang yg ceria dansuka ketawa, tapi gw harus kurangin itu kalo ga mau nyiksa diri.. gw orang yang tertarik dengan hitung-hitungan kaya matematika atau ipa, tapi kemampuan gw jadi berkurang.. gw orang yang biasa aja kalo kena terik matahari, karna dari lahir gw di jakarta. tapi gw harus mengeluh atas panasnya matahari.. iya semua harus dibatasi..
rasanya terlalu muda kalo gw harus ngerasain ini.. gw banyak nanya sama temen-temen gw yg juga silinder.. tapi mereka ga ngerasain apa yang gw rasain.. gw fikir gw sendiri. gw sering cari informasi di mbah google tentang "ada apa di kepala gw" tapi gw ga dapet jawabannya.. sampe sekarang gw masih ga tau ada apa.. gw ga periksa ke dokter. gw terlalu takut seandainya gw harus mendengar kalimat yang ga mau gw denger. gw ga mau divonis apa-apa.. kalaupun seandainya terjadi sesuatu, biar itu terjadi gitu aja tanpa gw harus tau ada apa..
keluarga gw ga tau tentang ini.. banyak alasan yang terlalu panjang kenapa gw ga cerita ke orang tua.. sahabat atau pacarpun ga tau.. kadang cuma bisa netes air mata gw ketika gw harus menahan sakit ini sendiri.. gw baru 20 tahun apa itu umur yang cukup untuk ngerasain ini? it's too young
ya Allah, jika ini memang kehendakmu, aku tidak akan meminta agar Kau mengurangi beban ini.. tapi aku minta agar Kau kuatkan pundak ku untuk menopang dan menjalani hidup sewajarnya..
Langganan:
Postingan (Atom)